Saturday, November 17, 2012

Pompa injeksi TIPE IN-LINE

POMPA INJEKSI TIPE IN-LINE DENGAN MECHANICAL GOVERNOR


Sistem Aliran bahan bakar
          Di semua motor bakar pasti memerlukan sebuah sistem dimana sistem ini akan mengatur perjalanan atau sirkulasi dari bahan bakar,yang disebut dengan sistem aliran bahan bakar. Aliran bahan bakar ini banyak sekali macam-macamnya tetapi pada intinya sistem ini akan menghisap bahanbakar dari tangki dan di sirkulasikan atau dialirkan kesistem melalui komponen-komponen sampai masuk kedalam ruang bakar yang nantinya akan dilakukan proses pembakaran dan menghasilkan sebuah tenaga.

 
Adalah suatu Kelengkapan mesin diesel yang mempunyai tugas untuk menghisap bahan bakar dari dalam tangki bahan bakar dan menekan bahan bakar solar tersebut menuju nozzle pengabut, serta membagi bahan bakar tersebut ke setiap silinder / ruang bakar mesin sesuai dengan urutan penyemprotan ( Firing Order ) dari mesin yang bersangkutan.pompa bahan bakar ini memiliki tekanan standart, dan tekanan dari masing-masing pengeluaaran adalah sama.
Pompa Injeksi tipe sebaris mempunyai Cam dan Plunger yang jumlahnya sama dengan jumlah silinder pada mesin diesel. Cam menggerakan plunger sesuai dengan urutan pengapian ( Firing Order ) dari mesin diesel
Berdasarkan pemakaianya menurut kecepatan putaran mesin, maka pompa injeksi bahan bakar ( Fuel Injection Pump ) untuk motor diesel dapat dibagi menjadi :
                                1.          Pompa Injeksi bahan bakar dengan system pengaturan mekanik      
                                2.          Pompa Injeksi bahan bakar system Vacum
Prinsip kerja
Injection pump mendorong bahan bakar menuju Injection Nozzle dengan tekanan dan dilengkapi dengan sebuah mekanisme untuk menambah dan mengurangi jumlah bahan bakar yang menuju nozzle. Plunger di dorong ke atas oleh camshaft dan dikembalikan oleh Plunger Spring. Plunger bergerak ke atas dank e bawah di dalam Plunger barrel dan pada jarak stroke yang telah ditetapkan guna mensuplai bahan bakar dengan tekanan. Dengan naik dan turunya Plunger berarti akan membuka dan menutup section dan discharge port sehingga mengatur banyaknya injeksi bahan bakar. Dan pengaturan pergerakan naik turun plunger diatur oleh governor.
Governor yang terpasang pada pompa injeksi digunakan untuk mengatur kecepatan mesin. Kecepatan mesin ini sebanding dengan mengalirnya bahan bakar ke dalam silinder ruang bakar
Pada governor mekanik, pengaturan injeksi bahan bakarnya sesuai dengan kerja governor yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Plunger dari pompa injeksi berputar oleh gerakan dari batang gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ), dengan demikian mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder.
Control Rod dihubungkan ke governor melalui floating lever. Bila putaran mesin naik, batang gerigi pengatur bahan bakar bergerak mengurangi jumlah bahan bakar yang di injeksikan. Bila putaran mesin turun, batang gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ) bergerak menambah bahan bakar yang di injeksikan. Dengan demikian governor adalah suatu mekanisme untuk lever ratio dari floating lever.
Jika mesin berputar idling, gaya sentrifugal dari bobot Flyweight adalah kecil. Jika gaya sentrifugal ini tidak cukup besar untuk mengatasi tahanan dari batang gerigi pengatur bahan bakar ( control Rod ) mesin dapat.
Elemen pompa dan cara kerja kerja.
1 Plunger
Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar, karena pompa injeksi ini mempunyai kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin. Elemen pompa yang terdiri dari plunyer (plunger) dan silinder (barrel) yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunyer dan silindernya sekitar 1/1000 mm. Ketelitian i ni cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi,walaupun pada putaran rendah. Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol ( control groove), adalah bagian dari plunyer yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunyer oleh sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi dengan tekanan rendah. Plunyer bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi.Gerakan bolak-balik ini sesuai dengan cara kerja sebagai berikut.
     Posisi plunger menetukan variasi besarnya penyaluran
bahan bakar. Berikut beberapa posisi dari plunger :
1. Tidak ada penyaluran bahan bakar
Ketika plunger bergerak ke atas, pinggir atas plunger terbuka terhadap lubang barel (barrel port) hingga control helix membuka lubang barel. Akibatnya tekanan tidak terjadi di dalam ruang tekanan, karenanya tidak ada bahan bakar yang dapat disalurkan.
2. Penyaluran bahan bakar sebagian
   Ketika plunger bergerak ke atas, plunger menutup lubang dan akan memulai menjalankan bahan bakar dari lubang yang ada dalam posisi tertutup, tetapi penyaluran terhenti dengan terbukanya lubang barel oleh control helix sesaat kemudian. Gerakan plunger pada periode penyaluran bahan bakar inilah yang disebut “langkah efektif”.
3. Penyaluran bahan bakar secara maksimal
     Penyaluran bahan bakar maksimum akan tercapai saat plunger sampai          pada langkah efektif maksimum.


 

Gambar 3.30. Proses kerja elemen pompa injeksi sebaris
                   Keterangan:
                  1= Plunyer                                       6= Sleeve pengontrol plunyer
                  2= Silinder (barrel)                          7= Pinion pengontrol plunyer
                  3= Alur pengontrol                          8= Plunger driving face
                  4= Lubang masuk elemen                9= Batang pengatur (control rack)
                  5= Katup penyalur


Description: G:\materi diesel\plunger.JPG
 

Gambar 3.31 . plunger


 

Gambar 3.32 . Cara kerja elemen pompa injeksi sebaris
      (a)  Pada saat plunyer berada pada titik terbawah, bahan bakar mengalir melalui lubang  masuk ( feed hole) pada silinder ke ruang penyalur  (delivery chamber) di atas plunyer.
     (b)   Pada saat poros nok pada pompa injeksi berputar dan menyentuh  tappet roller maka plunyer bergerak ke atas. Apabila  permukaan atas plunyer bertemu dengan bibir atas lubang masuk maka bahan bakar mulai tertekan dan mengalir  keluar pompa melalui pipa tekanan tinggi ke injector.
     (c)  Plunyer tetap bergerak ke atas, tetapi pada saat bibir atas control  groove bertemu dengan bibir bawah lubang masuk, maka penyaluran bahan bakar terhenti.
     (d)   Gerakan pluyer ke atas selanjutnya menyebabkan bahan bakar yang tertinggal dalam ruang penyaluran masuk melalui lubang pada permukaan atas plunyer dan mengalir ke           lubang masuk menuju ruang isap, sehingga tidak ada lagi bahan bakar yang disalurkan.
Ukuran elemen pompa dapat dilihat pada gambar 24. Tinggi pengangkatan nok adalah 8 mm, sehingga gerakan plunyer naik turun juga sebesar 8 mm. Pada saat plunyer pada posisi terbawah, plunyer menutup lubang masuk kira-kira 1,1 mm dari besar diameter lubang  masuk sebesar 3 mm. Dengan demikian plunyer baru akan menekan setelah bergerak ke atas kira-kira 1,9 mm. Langkah ini disebut “prestroke” dan pengaturannya dapat dilakukan dengan menyetel baut pada tappet roller. Prestroke ini berkaitan dengan saat injeksi  (injection timing) bahan bakar keluar pompa.
 

Gambar 3.33. Ukuran pada elemen pompa
Delivery valve
Delivery valve atau katup penyalur berfungsi untuk menahan bahan bakar agar tidak mengalir kembali ketika plunger bergerak turun.selain itu tugas dari delivery valve adalah mencegah tetesan bahan bakar pada akhir langkah penginjeksian, dengan cara menghisap kembali sisa bahan bakar yang ada pada injektor.
         
         








 

Gambar 3.35. Delivery valve
Bahan bakar yang terkompresikan oleh tekanan tinggi oleh plunger mendorong delivery valve ke atas dan bahan bakar menyembur keluar. Segera setelah bahan bakar terkompresikan dengan sempurna, delivery valve akan kembali ke posisi semula karena dorongan dari valve spring untuk menutup lubang bahan bakar (fuel Passage), dengan demikian dapat mencegah kembalinya bahan bakar
Delivery valve bergerak turun sampai permukaan valve seat ditahan dengan kuat. Selama langkah ini bahan bakar ditarik kembali ke injection pipe, seketika itu juga menurunkan residual pressure antara delivery valve dan nozzle. Penarikan tersebut memperbaiki akhir peninjeksian dan sekaligus mencegah menetesnya bahan bakar setelah penginjeksian.


Description: H:\Documents\ZZXZW.jpg
 

Gambar 3.36. Delivery valve
Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin. Governor mengatur gerakan  control rack yang berkaitan dengan  control pinion yang diikatkan pada control sleeve. Control sleeve ini berputar bebas terhadap silinder. Bagian  bawah plunyer (flens) berkaitan dengan bagian bawah control sleeve. Jumlah bahan bakar yang dikirim tergantung pada posisi plunyer dan perubahan besarnya langkah efektif . Langkah efektif adalah langkah plunyer dimulai dari tertutupnya lubang masuk oleh plunyer sampai control groove bertemu dengan lubang masuk. Langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan besarnya langkah efektif. 
                    Gambar 334. Pengontrolan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan
Langkah efektif plunyer berubah apabila plunyer berputar dari governor oleh tenaga dari governor – batang pengontrol – pinion pengontrol kopntrol sleave-plunyer (melalui flens penggerak plunyer.
Langkah efektif adalah gerakan dari titik sebelah penutup lubahng pemberi sampai alur pengontrol bertemu dengan lunang pemberi.. jadi, langkah efektif akan berubah sesuai dengan posisi plunyer dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan sesui dengan besarnya langkah efektif.
3.2.2                    Pompa injeksi in-line dengan governor mekanik
Governor sentrifugal digunakan terutama pada motor Diesel ukuran besar. Governor ini dipasang pada pompa injeksi jenis inline.
Di dalam pelaksanaan, governor sentrifugal dibagi dalam dua jenis :
a. Governor sentrifugal jenis RQ/RQV
b. Governor sentrifugal jenis RS/RSV
A. Governor sentrifugal jenis RQ
            Governor jenis RQ adalah salah satu dari governor mekanik dimana governor ini hanya dapat meregulasi atau mengatur putaran mesin diesel pada putaran idle dan putaran maksimum.

1. Nama Bagian – Bagian Utama
Gambar 3.08.Governor mekanik tipe RQ
2. Cara Kerja Governor Sentrifugal Jenis RQ
Description: goven2-300x233a). Posisi start
Gambar 3.09.Governor posisi start
Ø  Batang pengatur ditekan lebih dari maksimum (posisi start),
Plunyer diputar maksimum, langkah efektif paling besar .

Dengan demikian volume penyemprotan menjadi paling banyak.
Sehingga mesin akan muudah dihidupkan,dan Bobot sentrifugal membuka sesuai dengan putaran mesin yang terjadi.
b). Posisi putaran idle


Description: goven3-300x238
 



Gambar 3.10.Governor posisi idle
Ø  Setelah mesin hidup pedal gas dilepas, batang pengatur kembali ke posisi putaran idle. Akibat dari tarikan sebuah pegas.
Plunyer diputar sedikit, volume penyemprotan juga sedikit.
Sehingga putaran mesin sesuai dengan jumlah bahan bakar yang disemprotkan.
Bobot sentrifugal membuka tergantung pada putaran mesin. Putaran mesin naik, bobot sentrifugal membuka dan volume injeksi diperkecil.
Putaran mesin turun, bobot sentrifugal menutup dan volume injeksi diperbesar.
Description: goven4-300x238c). Posisi putaran menengah
Gambar 3.11.Governor pada posisi putaran menengah
Ø  Pada putaran menengah posisi batang pengatur hanya ditentukan oleh injakan pedal gas,
Pedal gas sedikit ditekan, putaran mesin naik diatas putaran idle, bobot sentrifugal membuka bebas dari pegas pengatur putaran idle dan terletak pada pegas putaran maksimum.
Dengan demikian pada posisi putaran menengah governor tidak bekerja.
d). Posisi putaran maksimum


Description: goven5-300x237
 

Gambar.3.12. Governor RQ pada putaran maksimal
Ø  Karena pedal gas ditekan pada posisi maksimal maka Batang pengatur pada posisi maksimum juga, putaran mesin juga maksimum. Bobot sentrifugal membuka sesuai dengan putaran maksimum.
Apabila putaran mesin lebih tinggi dari putaran maksimum, bobot sentrifugal membuka penuh
dengan melawan tiga buah pegas, maka batang pengatur tertarik ke arah stop sedikit dengan demikian pemakaian bahan bakar akan sedikit berkurang maka dari itu governor  ini berfungsi untuk membatasi putaran maksimum.
e). Pegas pengatur governor jenis RQ
Description: goven6-300x144
Gambar 3.13.Pegas pengatur sentrifugal
Ø  Pada governor jenis RQ pegas pengatur dipasang menjadi satu dengan bobot sentrifugal
Pegas pengatur terdiri dari 3 buah pegas yang berfungsi untuk mengatur putaran idle dan putaran maks.
- Pada putaran idle, pengaturan dilakukan oleh pegas bagian luar (pegas idle). Bobot sentrifugal membuka tergantung dari putaran idle dan dapat membuka tergantung dari putaran idle dan dapat membuka maksimum = 6 mm.
Pada pembatasan putaran maksimum, diatur oleh semua pegas, pengatur bobot sentrifugal membuka maksimum = 5 mm dari posisi gambar B ( lihat gambar ).
B.                  Governor Sentrifugal Jenis RSV
            Governor sentrifugal jenis RSV adalah salah satu governor yang dapat meregulasi setiap putaran mesin (putaran idle sampai putaran maksimum).Huruf V (verstell) berarti penyetel/pemindah.
Pada governor sentrifugal jenis RSV hanya terdapat satu pegas tarik sebagai pengatur yang terpasang diluar bobot sentrifugal.
1. Nama bagian-bagian utama
Description: goven7-288x300 

Gambar 3.14. Governor type RS
Keterangan:
1. Pegas start                                              7. Tuas pengatur
2. Tuas penyetel                 
                        8. Bantalan antar
3. Tuas tarik                                                9. Bobot sentrifugal
4. Tuas antar                                               10. Tuas ayun
5. Pegas pengatur                           11. Batang pengatur
6. Pegas tambahan ( idle )
2.                  Description: goven8-296x300Cara kerja governor sentrifugal jenis RSV
            a. Posisi start


Gambar 3.15.Governor RS posisi start
Pada saat mesin belum hidup, batang pengatur selalu pada posisi start karena tarikan dari pegas start.
Dengan demikian mesin dapat lebih mudah dihidupkan walaupun tuas penyetel pada posisi idle.
Description: goven9-300x289            b. Posisi idle
Gambar 3.16.Governor posisi idle
Tuas penyetel pada posisi putaran idle. Pegas pengatur tertarik sedikit bobot sentrifugal membuka tergantung putaran idle dan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin naik, bobot sentrifugal membuka, volume injeksi diperkecil.
Putaran mesin turun, bobot sentrifugal menutup volume injeksi diperbesar
      Supaya putaran idle dapat stabil, maka untuk meregulasi putaran dipasang pegas tambahan untuk putaran idle.
Description: goven10-281x300            c. Posisi  putaran menengah
Gambar 3.17.Governor posisi putaran menengah
Tuas penyetel pada posisi putaran menengah, pegas pengatur tertarik kuat, batang pengatur bergerak kearah maksimum, bobot sentrifugal masih sedikit terbuka. Dengan demikian volume injeksi menjadi besar / banyak, putaran mesin naik.
Bobot sentrifugal membuka. Apabila gaya sentrifugal lebih besar dari kekuatan pegas.
Dengan demikian pengatur tertarik kearah volume injeksi yang kecil / sedikit sampai terjadi keseimbangan antara gaya sentrifugal dengan kekuatan pegas pengatur.
Description: goven11-300x285d. Posisi putaran maksimum
Gambar 3.18.Governor posisi putaran maksimum
Tuas penyetel pada posisi maksimum pegas pengatur tertarik penuh. Volume injeksi banyak putaran mesin tinggi dan bobot sentrifugal membuka.
Putaran maksimum dapat tercapai apabila gaya sentrifugal sebanding dengan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin bertambah naik bobot sentrifugal membuka tambah kuat batang pengatur tertarik kearah stop / sedikit.
Keterangan :
           secara umum governor mekanik mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pompa injeksi demi mengatur volume bahan bakar yang akan diinjeksikan dan meregulasi atau mengatur putaran mesin agar tidak terjadi kelebihan putaran,karena kita tahu bahwa semua komponen-komponen yang ada pada kendaraan mempunyai batas kemampuan. Jadi agar komponen-komponen tersebut dapat digunakan pada waktu yang lama maka kerja komponen itupun harus ada batasnya.
3.2.7 Injektor atau Nozzle
Injektor  adalah komponen terakhir yang menerima tekanan bahan bakar / solar,tekanan yang berasal dari elemen pompa akan dikeluarkan atau dikabutkan melalui komponen ini.
Tekanan dari bahan bakar akan msuk kedalam injektor dan melawan kekuatan pegas injektor,ketika tekanan melebihi kekuatan pegas maka injektor akan terangkat keatas,dengan demikian akan memberikan celah yang dapat meneruskan tekanan solar yaitu antara injektor holder dan nozle(jarum nedle).dan bahan bakar bakar yang mengalir melalui celah tersebut akan keluar melalui lubang injektor dengan demikian akan terjadi suatu penyemprotan atau pengabutan bahan bakar.
Nozel Dan Kelengkapannya
Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel1-112x300.png                          Gambar 3.37. injektor
KETERANGAN :
1. Mur pengunci                6. Pegas
2. Saluran balik                 7. Pasak penekan
3. Wasier                           8. Plat antar
4. Rumah nozel                 9. Nozel
5. Plat penyetel                 10. Rumah penahan nozel
3.6.1 Macam-macam nozzle atau injector
    A. Nozel Untuk Injeksi Tidak Langsung
Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel2-139x300.pngPada motor injeksi tidak langsung digunakan 2 macam nozel.
a) Nozel jenis pintel

Gambar 3.38.Nozle jenis pintel
Keterangan :
1. Batang penekan                              5. Pasak penyemprot
2. Badan nozel                                                6. Saluran masuk
3. Jarum nozel                                     7. Konis penekan
4. Lubang penyemprot                        8. Langkah pasak

Bentuk Penyemprotan


Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel3-249x300.png
 



Gambar 3.39. Bentuk penyemprotan
Bentuk penyemprotan harus sesuai dengan bentuk kamar / ruang bakar.
Tekanan pembukaan jarum nozel untuk injeksi tidak langsung adalah 100 – 150 bar.
b. Nozel Jenis Throtel

Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel4-300x146.png
Gambar 3.40.penyemprotan nozzle jenis throtle
Keterangan :
a. Tertutup 
b. Sedikit terbuka  
c. Membuka penuh
Pada nozel jenis throttel, jarum nozel mempunyai bentuk khusus. Dengan bentuk itu terjadi penyemprotan awal (gambar b). Kalau jarum nozel membuka penuh, terjadi penyemprotan utama (gambar c).
Dengan bentuk khusus ini kenaikan tekanan pembakaran dapat dibuat lebih halus dengan demikian mesin juga bersuara lebih halus.
Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel5-300x218.pngB. Nozel Untuk Injeksi Langsung

Gambar 3.41.nozel injeksi langsung
Keterangan :
1. Badan nozel
2. Jarum nosel
3. Lubang penyemprot
4. Lubang kantong
5. Sudut lubang penyemprot
Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel6-274x300.pngBentuk Penyemprotan

Gambar 3.42. Bentuk penyemprotan

      Ujung jarum nozel berbentuk kerucut sebagai perapat dudukan nozel, injector jenis ini mempunyai satu atau banyak lubang, pada umumnya banyak lubang / multiple hole. Besar dan panjang lubang mempengaruhi bentuk penyemprotan.
Diameter lubang kurang lebih 0,2 mm. Tekanan  pembukaan jarum nozel adalah antara  150 – 250 bar.
Pelindung Panas Untuk Nozel
Pelindung panas untuk nozel jenis pintel dan throtel
Untuk menghindari terjadinya temperatur yang tinggi pada dasar nozel dan supaya nozel bisa tahan lama, maka diantar kepala silinder dan mur penahan nozel dipasang pelindung panas.
Fungsi : Dengan pelindung panas permukaan nozel yang menerima panas lebih kecil / sedikit


Description: K:\diesel II\Nozel dan pompa penyalur\Nozel Dan Katup Penyalur  _files\nozel7-300x279.png
 

Gambar 3.43.Pelindung panas nozel
Keterangan :
1. Nozel
2. Mur penahan
3. Plat pelindung panas
4. Kepala silinder

Saturday, October 6, 2012

4r

er

Thursday, September 6, 2012

majas

Majas (Gaya Bahasa)

Didalam sebuah karya sastra utamanya dalam sebuah karangan fiksi sering kita jumpai bahasa-bahasa yang imajinatif yang ditujukan untuk memperindah sebuah cerita. Itulah yang sering kita kenal dengan Gaya Bahasa atau Majas.
Didalam khasanah Bahasa Indonesia, Majas dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
Majas Perbandingan
Majas Penegasan
Majas Perulangan
Majas Pertautan

Gaya bahasa perbandingan terdiri atas beberapa gaya bahasa. Di antaranya seperti yang tertulis di bawah ini:
1. Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan, tetapi sengaja dianggap sama. Biasanya pada majas ini diterangkan oleh pemakaian kata seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, dan laksana.
Contoh: Dua bersaudara itu seperti minyak dengan air, tidak pernah rukun.

2. Metafora adalah perbandingan yang implisit, tanpa kata pembanding seperti atau sebagai diantara dua hal yang berbeda.
Contoh: Para kuli tinta mendengarkan dengan tekun penjelasan tentang kenaikan harga BBM.

3. Personifikasi atau penginsanan adalah gaya bahasa yang menggunakan sifat-sifat insani pada barang yang tidak bernyawa.
Contoh: Dengarlah nyanyian pucuk-pucuk cemara.

4. Alegori adalah gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan yang utuh. Beberapa perbandingan membentuk satu kesatuan. Alegori merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan, biasanya mengandung pendidikan dan ajaran moral.
Contoh: Berhati-hatilah dalam mengemudikan bahtera kelangsungan kehidupan keluargamu, sebab lautan kehidupan ini penuh ranjau, topan yang ganas, batu karang, dan gelombang yang setiap saat dapat menghancurkleburkan. Oleh karena itu, nakhoda harus selalu seia sekata dan satutujuan agar dapat mencapai pantai bahagia dengan selamat.

5. Pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata mubazir.
Contoh: Saya menyaksikan pembakaran rumah itu dengan mata kepala saya sendiri.

6. Tropen adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan suatu pekerjaan atau perbuatan dengan kata lain yang mengandung pengertian yang sejalan dan sejajar.
Contoh: Setiap malam ia menjual suaranya untuk nafkah anak dan istrinya.

7. Perifrasis adalah Gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan sepatah kata menjadi serangkaian kata yang mengandungarti yang sama dengan kata yang digantikan itu.
Contoh: Ketika matahari hilang dibalik gunung barulah ia pulang.

Gaya bahasa pertentangan ini juga terdiri atas sejumlah gaya bahasa. Di bawah ini adalah gaya bahasa pertentangan yang sering dipakai.
1. Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih – lebihan, atau membesar – besarkan sesuatu yang dimaksud dengan tujuan memberi penekanan pada suatu pernyataan atau situasi, memperhebat, serta meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh: Teriakan para pengunjuk rasa itu membelah angkasa.

2. Litotes adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang dikecil – kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, tujuannya untuk merendahkan diri. Litotes merupakan lawan dari hiperbola.
Contoh: Jakarta sebagai kota metropolitan bukan kota yang kecil dan sepi.

3, Ironi adalah gaya bahasa yang berupa sindiran halus berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya.
Contoh: Pagi benar engkau datang, Hen! Sekarang, baru pukul 11.00

4. Paradoks adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta – fakta yang ada.
Contoh: Musuh sering merupakan kawan yang akrab.

5. Klimaks adalah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan.
Contoh: Dua hari yang lalu korban kerusuhan berjumlah lima belas orang, kemarin bertambah menjadi dua puluh, sekarang terhitung sejumlah tiga puluh orang.

6. Antiklimaks merupakan gaya bahasa kebalikan dari klimaks. Dalam gaya bahasa antiklimaks, susunan ungkapannya disusun makin lama makin menurun.
Contoh: Bukan hanya Kepala Sekolah dan Guru yang mengumpulkan dana untuk korban kerusuhan, para murid ikut menyumbang semampu mereka.

7. Antitesis Gaya bahasa pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kepaduan kata yang berlawanan arti.
Contoh: Cantik atau tidak,kaya atau miskin, bukanlah suatu ukuran nilai seorang wanita.

8. Okupasi merupakan gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian di beri penjelasan atau diakhiri kesimpulan.
Contoh: Merokok itu merusak kesehatan, akan tetapi si perokokk tidak dapat menghentikan kebiasaannya.Maka muncullah pabrik-pabrik rook karena untungnya banyak.

9. Kontradiksio Intermimis merupakan gaya bahasa yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semula.
Contoh: Semua murid di kelas ini hadir, kecuali si Hasan yang sedang ikut Jambore.

Gaya bahasa pertautan terdiri atas beberapa gaya bahasa yaitu sebagai berikut;
1. Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama cirri atau nama hal yang ditautkan dengan segala sesuatu sebagai penggantinya.
Contoh: Sang Merah Putih berkibar dengan gagahnya di angkasa.

2. Sinekdoke ini terdiri atas dua gaya bahasa.
a. Pars Prototo adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian, tetapi yang dimaksud keseluruhan.
Contoh: Setiap kepala dikenai sumbangan sebesar Rp 1. 500,00
c. Totem pro parte adalah gaya ahasa yang menyebutkan keseluruhan tetapu yang dimaksudkan sebagian.
Contoh: Sekolah kami sudah dua kali mendapat juara pertama dalam lomba cerdas cermat bahasa Inggris.

3. Alusio adalah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa, tokoh, dan tempat yang sudah banyak dikenal oleh pembaca. Gaya bahasa ini juga tidak menggunakan peribahasa, ungkapan, atau sampiran pantun yang isinya telah diketahui oleh umum.
Contoh: Jangan seperti kura – kura dalam perahu.

4. Eufimisme adalah gaya bahasa yang berupa ungkapan – ungkapan halus, untuk menggantikan ungkapan yang dirasa kasar, kurang sopan, atau kurang menyenangkan.
Contoh: Sayang, anak setampan itu hilang akal.

Gaya bahasa perulangan yang sering digunakan seperti di bawah ini.
1. Aliterasi adalah sejenis gaya bahasa yang memangaatkan pemakaian kata – kata permulaan yang sama bunyi. Gaya bahasa ini biasa digunakan pada karangan fiksi yang berupa puisi.
Contoh: Dara damba daku
Datang dari danau

2. Asonansi adalah gaya bahasa repetisi yang berwujud perulangan vocal yang sama. Biasanya dipakai dalam karya puisi atau dalam prosa untuk memperoleh efek penekanan atau menyelamatkan keindahan.
Contoh: Muka muda mudah marah
tiada siaga tiada biasa
jaga harga tahan harga

Gaya bahasa penegasan terdiri atas beberapa gaya bahasa, antara lain:
1. Repetisi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali,yang biasanya dipergunakan dalam pidato.
Contoh: Kita junjung dia sebagai pemimpin,kita junjung dia sebagai pelindung.

2. Paralelisme adalah majas penegasan yang seperti repetisi tetapi dipakai dalam puisi.
Contoh: Kalau kau mau, aku akan datang
Jika kau menghendaki,aku akan datang
Biula kau minta, aku akan datang

3. Tautologi adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata-kata yang sama artinya untuk mempertegas arti
Contoh: Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya.

4. Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan satu kata, Kelompok kata atau kalimat yang diikuti kata, kelompok kata yang seimbang artinyan dengan kata pertama.
Contoh: Kakak berjalan tergesa-gesa, sepoerti orang dikejar anjing gila.

5. Enumerasio adalah majas penegasan yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan atu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseluruhannya terlihat jelas.
Contoh: Angin berhembus, laut tenang, bulan memancar lagi.

6. Rettorik adalah majas penegasan dengan menggunakan kalimat Tanya yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban.
Contoh: Mana mungkin orang mati hidup kembali?

7. Koreksio adalah majas penegasan berupa membetulkan kembali kata-kata yang salah diucapkan, baik sengaja atau tidak sengaja.
Contoh: Hari ini sakit ingatan, eh…maaf, sakit kepala maksudku.

8. Asidenton adalah majas penegasan yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara berurutan tanpa memakai kata penghubung.
Contoh: Kemeja, sepatu, kaos kaki, dibelinya di tokok itu.

9. Polisidenton adalah majas penegasan yang menyatakan beberapa benda, orang, hal atau keadaan secara berturut-turut denganmemakai kat apenghubung.
Contoh: Dia tidak tahu, tatapi tetap saja ditanyai, akibatnya dia marah-marah.

11. Ekslamasio adalah majas penegasan yang memakai kata-kata seru sebagai penegas.
Contoh: Amboi, indahnya pemandangan ini!

12. Praeterito adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu dan pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu.
Contoh: Tidak usah kau sebut namanya, aku sudah tahu siapa penyebab kegaduhan ini.

13. Interupsi adalah majas penegasan yang mempergunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan diantara kalimat pokok untuk lebih menjelaskan dan menekankan bagian kalimat sebelumnya.
Contoh: Aku, orang yang sepuluh tahun bekerja disini, belum pernah dinaikkan pangkatku.

Gaya bahasa sering digunakan dalam karangan fiksi. Bahasa dalam karangan fiksi lebih bebas dari karangan nonfiksi atau ilmiah. Oleh karena itu, bahasa dalam karangan ilmiah adalah bahasa baku dan bermakna lugas. Dalam karangan fiksi gaya bahasa diperlukan untuk memperindah cerita.